Ahad, 24 Oktober 2010

Mutiara kata tokoh2 Islam...

SAYIDINA ABU BAKAR :
1.Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub karena suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu
2. Semoga aku menjadi pohon yang ditebang kemudian digunakan.
3.Dia berkata kepada para sahabat,”Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah orang yang paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!

SAYIDINA UMAR BIN KHATTAB :
1. Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti.

2. Barangsiapa takut kepada Allah SWT niscaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.
3. Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan) aku untukMu bukan untuk manusia.

SAYIDINA ALI KARAMALLAHU WAJHAH :
1. Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hambaMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai.
2. Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima?
Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya.
3.Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.

UMAR BIN AZIZ :
1. Orang yang bertakwa itu dihalang.
2.Sesungguhnya syubhat itu pada yang halal.
3.Kemaafan yang utama itu adalah ketika berkuasa.

SUFFIAN AS THAURI :
1. Tidak ada ketaatan bagi kedua ibu-bapa pada perkara syubhat.
2.Sesungguhnya seorang lelaki itu berharta bila dia zuhud di dunia, dan sesungguhnya seorang itu adalah fakir bila dia gemar pada dunia.
3. Menuntut ilmu lebih utama daripada solat sunat.

IMAM AS SYAFIE :
1. Barangsiapa menghendaki akhirat wajib baginya ikhlas pada ilmu.
2.Tidak ada sesuatu yang lebih indah pada ulama kecuali dengan kefakiran dan mencukupi dengan apa yang ada serta redha dengan keduanya.
3. Hendaklah kamu berilmu pengetahuan sebelum kamu menjadi ketua, sebab sesudah kamu menjadi ketua, tidak ada jalan lagi bagimu untuk mencari pengetahuan.
Orang yang berakal itu adalah orang yang akalnya dapat mengawal segala sifat-sifat mazmumah (sifat keji).
Barangsiapa yang menyukai bila Allah menutupinya dengan kebaikan maka hendaklah dia bersangka baik terhadap manusia.

IMAM MALIK :
1. Ilmu itu bukanlah dengan membanyakkan riwayat tetapi ilmu itu adalah cahaya yang Allah letakkan dalam hati.
2. Apabila seseorang itu memuji dirinya maka hilanglah cahayanya.
3. Wajib bagi orang yang menuntut ilmu untuk memiliki kebesaran, ketenangan dan ketakutan.

IMAM ABU HANIFAH :
1. Tidak sekalipun aku solat kecuali aku doakan untuk guruku Hammad dan juga mereka yang pernah mengajarku serta mereka yang pernah aku ajar. (murid-muridnya).
2. Aku telah 50 tahun bergaul dengan manusia. Tidak ku dapati seorangpun yang mengampunkan kesalahanku. Tidak ada yang menghubungi aku ketika aku memutuskan hubungan dengannya. Tidak ada yang menutup keaibanku dan aku tidak akan merasa aman darinya bila dia murka kepadaku. Maka yang lebih mereka bimbangkan adalah perkara yang besar-besar.
3. Telah sampai berita kepadaku, bahawa tidak ada yang lebih mulia daripada seorang alim yang warak.

IMAM AHMAD :
Jangan kamu mengambil ilmu dari orang yang mengambil benda dunia di atas ilmunya.

SUFFIAN BIN UYAINAH :
1. Dua perkara yang susah sekali untuk mengubatinya iaitu meninggalkan loba (tamak) untuk manusia dan mengikhlaskan amal untuk Allah.
2. Siapa yang ditambah akalnya maka kuranglah rezekinya.
3. Zuhud di dunia itu adalah sabar dan menunggu-nunggu kedatangan mati.
4. Ilmu itu jika tidak memberi manfaat padamu maka akan memberi mudarat padamu.
5. Orang yang menuntut ilmu tidak akan dianggap sebagai orang yang berakal hingga dia melihat dirinya lebih hina dari sekalian manusia.

Sebahagian ulama’ salaf bermunajat seperti ini :
Ya Allah, generasi mana yang tidak membuat kedurhakaan padaMu namun Engkau tetap memberi rezeki kepada mereka. Sesungguhnya Maha Suci Engkau dan Maha Penyantun. Demi kemuliaanMu, Engkau didurhakai manusia namun Engkau tetap melimpahkan pemberian dan rezeki, bagaikan Engkau tidak pernah marah pada mereka, wahai Tuhan kami.”

lamaran vs tamparan wanita @ bakal isteri...

Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan beberapa sifat yang ada pada wanita yang akan dilamar, diantaranya :

1. Wanita itu disunahkan seorang yang penuh cinta kasih. Maksudnya ia harus selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara sang suami pun memiliki kecenderungan dan rasa cinta kepadanya. Selain itu, ia juga harus berusaha menjaga keridhaan suaminya, mengerjakan apa
yang disukai suaminya, menjadikan suaminya merasa tentram hidup dengannya, senang berbincang dan berbagi kasih sayang dengannya. Dan hal itu jelas sejalan dengan firman Allah Ta’ala, Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih dan saying. (ar-Ruum:21) .

2. Disunahkan pula agar wanita yang dilamar itu seorang yang banyak memberikan keturunan, karena ketenangan, kebahagiaan dan keharmonisan keluarga akan terwujud dengan lahirnya anak-anak yang menjadi harapan setiap pasangan suami-istri. Berkenaan dengan hal tersebut, Allah Ta’ala berfirman, Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang
yang bertakwa’. (al-Furqan:74) . Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Menikahlah dengan wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak. Demikian hadist yang diriwayatkan Abu Daud, Nasa’I, al-Hakim, dan ia mengatakan, Hadits tersebut sanadnya shahih.

3. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu seorang yang masih gadis dan masih muda. Hal itu sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab Shahihain dan juga kiab-kitab lainnya dari hadits Jabir, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bertanya kepadanya, Apakah kamu
menikahi seorang gadis atau janda? dia menjawab,”Seorang janda.”Lalu beliau bersabda, Mengapa kamu tidak menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia pun dapat mencumbuimu? . Karena seorang gadis akan mengantarkan pada tujian pernikahan.

Selain itu seorang gadis juga akan lebih menyenangkan dan membahagiakan, lebih menarik untuk dinikmati akan berperilaku lebih menyenangkan, lebih indah dan lebih menarik untuk dipandang, lebih lembut untuk disentuh dan lebih mudah bagi suaminya untuk membentuk dan membimbing akhlaknya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri telah bersabda, Hendaklah kalian menikahi wanita-wanita muda, karena mereka mempunyai mulut yang lebih segar, mempunyai rahim yang lebih subur dan mempunyai cumbuan yang lebih menghangatkan. Demikian hadits yang diriwayatkan asy-Syirazi, dari Basyrah bin Ashim dari ayah nya, dari kakeknya. Dalam kitab Shahih al_Jami’ ash_Shaghir, al-Albani mengatakan, “Hadits ini shahih.”

4. Dianjurkan untuk tidak menikahi wanita yang masih termasuk keluarga dekat, karena Imam Syafi’I pernah mengatakan, “Jika seseorang menikahi wanita dari kalangan keluarganya sendiri, maka kemungkinan besar anaknnya mempunyai daya piker yang lemah.”

5. Disunahkan bagi seorang muslim untuk menikahi wanita yang mempunyai silsilah keturunan yang jelas dan terhormat, karena hal itu akan berpengaruh pada dirinya dan juga anak keturunannnya. Berkenaan dengan hal tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda, Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscahya kamu beruntung. (HR.
Bukhari, Muslim dan juga yang lainnya).

6. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu taat beragama dan berakhlak mulia. Karena ketaatan menjalankan agama dan akhlaknya yang mulia akan menjadikannya pembantu bagi suaminya dalam menjalankan agamanya, sekaligus akan menjadi pendidik yang baik bagi
anak-anaknya, akan dapat bergaul dengan keluarga suaminya. Selain itu ia juga akan senantiasa mentaati suaminya jika ia akan menyuruh, ridha dan lapang dada jika suaminya memberi, serta menyenangkan suaminya berhubungan atau melihatnnya. Wanita yang demikian adalah seperti yang difirmankan Allah Ta’ala, “Sebab itu, maka wanita-wanita yang shahih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminyatidak berada di tempat, oleh karena Allah telah memelihara mereka”. (an-Nisa:34) . Sedangkan dalam sebuah hadits,
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatannya adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim, Nasa’I dan Ibnu Majah).

7. Selain itu, hendaklah wanita yang akan dinikahi adalah seorang yang cantik, karena kecantikan akan menjadi dambaan setiap insan dan selalu diinginkan oleh setiap orang yang akan menikah, dan kecantikan itu pula yang akan membantu menjaga kesucian dan kehormatan. Dan hal itu telah disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadits tentang hal-hal yang disukai dari kaum wanita. Kecantikan itu bersifat relatif. Setiap orang mempunyai gambaran tersendiri tentang kecantikan ini sesuai dengan selera dan keinginannya.

Sebagian orang ada yang melihat bahwa kecantikan itu terletak pada wanita yang pendek, sementara sebagian yang lain memandang ada pada wanita yang tinggi. Sedangkan sebagian lainnya memandang kecantikan terletak pada warna kulit, baik coklat, putih, kuning dan
sebagainya. Sebagian lain memandang bahwa kecantikan itu terletak pada keindahan suara dan kelembutan ucapannya. Demikianlah, yang jelas disunahkan bagi setiap orang untuk menikahi wanita yang ia anggap cantik sehingga ia tidak tertarik dan tergoda pada wanita lain, sehingga tercapailah tujuan pernikahan, yaitu kesucian dan kehormatan bagi tiap-tiap pasangan.

tentang-pernikahan.com - Sumber: Fikih Keluarga, Syaikh Hasan Ayyub, Cetakan Pertama, Mei 2001, Pustaka Al-kautsar

pesanan utk semua Hamba Allah di dunia

Rupa-rupanya ada cerita kalau kita lewatkan sembahyang kita yea ..Jika berpuasa,Amalan kita direct terus padaNya..Tapi Jika bersembahyang..Ada posmen pula Untuk hantar amalan kita
padaNya...

Kisahnya ?..Setiap kita ada malaikat...Malaikat yang hantar amalan sembahyang kita Pada Ilahi..Untuk sampaikan amalan kita,Ia melalui tol-tol di setiap lapisan langit..Dimana setiap penjaga tol,Kroni malaikat juga..

Jika sembahyang di awal waktu Tolnya "free"..Sekatan tol tiada..Tiada "jem"..Malaikat terus sampaikan amalan pada Tuhan Untuk dinilaikan..Tapi..Jika sembahyang di akhir waktu,Tol free juga..Tapi sekatannya...MasyaAllah?..

Di langit pertama..Penjaga tol marahkan posmen kita..Kenapa lewat poskan amalan kita..Merayu-rayu posmen malaikat kit.. Minta diberi laluan...Tetapi? penjaga langit pertama..Tidak heran...Dicampakkan amalan lewat sembahyang tadi ke bumi...Maka..Jatuh erderai?
Dikutip semula oleh Malaikat posmen kita..Satu persatu dikutip...Sambil terus merayu untuk ke lapisan langit ke-dua..

Dilangit kedua..Samalah juga..Bebelan malaikat kerana lewat hantar amalan..Merayu lagi kawan kita...Tak dipedulinya,Lalu dilemparkan amalan lewat sembahyang kita tadi..Jatuh berderai lagi..Dikutip satu persatu amalan kita...Dirayu lagi untuk diserahkan amalan kita pada Tuhan di langit ketiga...

Dilangit ketiga,Laaa?...Kena basuh lagi malaikat posmen kita...Kenapa lewat hantar amalan tersebut...Tiada kompromi...
Terus dibaling amalan kita...Jatuh berderai amalan kita...Tak ade nilai?.Dan tiada lagi dikutip dan dirayu lagi...Maka..Tak sampailah amalan kita kepada Allah..Seolah-olah kita tak sembahyang juga...

Maka?Bersedialah kita menerima pembalasannya...Tak di dunia di akhirat pula..Hilang duit, Hati risau,Ujian bertimpa-timpa..Ish?.Tak berbaloikan kita buat amal..Tapi tak sampai...Dahlah tu,Tak de nilai...Kena azab lagi nanti..

Ya Allah !!! Ampunkan kami ! Kerana lalai !Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang..Jadikan hati kami Suka sembahyang di awal waktu..Gawatkan hati kami selagi kami
tak segerakan..Biarlah kami gawat di dunia..Agar kami tidak gawat lagi Di hari akhirat kelak...Amin..

P/s- yang nak amik pekser... studi ...studi gak... solat mesti jaga... Ingat Allah yang bagi lulus... bukan makhluk... renungkan...!!!

jodoh di tangan Allah

Pada suatu hari, Saya bertanya kepada emak, "Mana satu pilihan hati, orang yang sayangkan kita atau yang kita sayang? "
Mak jawab, "dua-dua bukan.." Saya tercengang..Mak mengukir senyuman.

"Pilihan hati mak adalah yang sayangkan kita kerana Allah.." Saya menarik nafas dalam-dalam."Macam mana nak tau orang tu sayang kita kerana
apa?" Mak diam sekejap berfikir dan kemudian tersenyum.

Rasanya mak dapat menduga apa yang sedang bermain dalam hati anak perempuannya. Mana mungkin saya mampu menyorokkan rahsia hati dari mak sedangkan sekilas saya pun mak mampu membacanya.
"Yang paling tahu hanya Allah.." mak merenung dalam-dalam wajah anaknya.

"Kerana hanya Allah mampu membaca hati hambaNya.. " mak menyusun ayat-ayatnya."Dan keikhlasan kerana Allah itu akan terserlah
keberkatannya tanpa perlu sengaja ditonjolkan oleh seseorang tu.."

Saya memintas, "Tak faham.."Mak menyambung "Cinta di dalam jalan Allah.. Bertemu kerana sama-sama mencari redha Allah.." Mak
menyambung lagi,"begini, setiap insan yang bergelar manusia telah
Allah ciptakan berpasang-pasangan. Rasa ingin dikasihi antara seorang suami dan isteri suatu fitrah. Automatik boleh ada daya tarikan magnet
tu.."

Wajah saya merah, sedikit cemas jika mak dapat mengesan gelora jiwa muda ini.. Mak menyambung "Setiap manusia telah Allah tetapkan rezeki,jodoh dan maut sejak azali lagi..

Persoalannya ialah.. Siapakah jodohnya itu?" mak berhenti seketika.
Saya tunduk malu, cuba menyorokkan rasa panas di pipi.
Emak buat-buat tidak nampak.

Secret Admire
"Kakak, mak dulu masa remaja ada secret admire.. Rajin betul dia hantar surat ..Masa tu mak dah tahu yang bercinta sebelum kahwin ni tak halal..Dan masa tu mak tekad tak mahu layan sebab mak takut arwah
tokwan kena seksa dalam kubur.. Mak sedar mak anak yatim, anak orang miskin, adik beradik ramai.. Mak nak belajar sungguh-sungguh. .lama budak tu tunggu mak..Akhirnya mak bagi kata putus, mak hanya akan membalas cinta dia jika dia sah suami mak..

Dan dia memang bukan jodoh mak, maka tak pernah dia menerima balasan cinta tu." Mak merenung jauh.Saya merapatkan badan kepada emak, semakin berminat dengan kisah lama mak..

"Mak memang tak ada perasaan langsung pada dia ke?" saya menyoal sambil memandang tajam wajah mak. Emak ketawa kecil."Walaupun mungkin ada, mak tak pernah bagi peluang pada diri mak untuk mengisytiharkan perasaan tu..Mak takut pada Allah.

Mak bukan seperti rakan sebaya mak yang lain.."Mak, seperti kakak.." mak memandang saya sambil memegang pipi dan dagu saya.kemudian tangannya mengusap rambut di kepala saya.

"Mak anak ustaz ustazah.. Tapi zaman tu ustaz ustazah nya masih berkebaya pendek dan ketat. Tok wan mak kiyai. Mungkin berkat doa keturunan sebelum ni yang soleh-soleh, hati mak tertarik sangat pada
agama walaupun tiada sesiapa yang mendorong.. Bila di sekolah, mak pelajar pertama yang bertudung.. Mak membawa imej agama. Kawan-kawan dan cikgu-cikgu panggil mak dengan gelaran mak Aji.. Sebab zaman tu hujung 70an dan awal 80an tak ramai lagi yang
bertudung betul menutup auratnya..Zaman tudung nipis dan nampak jambul. Kemudian kawan-kawan mak sikit-sikit ikut bertudung.

Akhirnya kami semua dipanggil di perhimpunan. Kami dimarah guru besar kerana bertudung sedangkan ustazah kami bertudung tapi nampak jambulnya.."emak melemparkan pandangan ke lantai. "Selepas tu
ustazah jumpa kami secara persendirian. Ustazah kata dia tak mampu nak pakai seperti kami. Dia suruh kami teruskan.." sambung emak.

Ada getar di hujung suara emak. Kisah silam perjuangan emak di sekolah dahulu sikit-sikit emak ceritakan pada saya. Itulah juga salah satu
inspirasi kepada saya untuk bangkit semula setiap kali terjatuh ketika berjuang di sekolah dulu.

"Mungkin kerana personaliti mak, mak menjadi tempat rujukan kawan-kawan mak.. Jadi, bila mak nak ambil sesuatu tindakan, mak kena fikir betul-betul sama da tindakan mak tu akan menyebabkan Allah marah
atau tidak. Mak ayah berdosa tak? Dan maruah pembawa agama terjejas tak? Kalau mak membalas cinta si lelaki tadi, bermakna mak sedang
menconteng arang di muka-muka pembawa-pembawa agama. Orang akan pandang serong terhadap orang yang bertudung sedangkan kesilapan tu hanya seorang dua yang buat. Besar fitnah akan timbul apabila

orang-orang agama mengambil ringan batas syariat

duhai anak.." mak menelan air liurnya. Saya diam.

Fikiran saya sedang cuba memahami maksud mak saya.



Adakah ia suatu diskriminasi?



"Kakak.. Jatuh cinta perkara biasa. Apabila kita

jatuh cinta pada seseorang, itu tandanya ada

sesuatu keistimewaan pada seseorang tu.

Apatah lagi orang yang kita jatuh cinta tu di atas

jalan dakwah ni..Tetapi kita kena ingat.. Kita tak

akan dikahwinkan dengan seseorang atas sebab jatuh

cinta atau saling cinta mencintai.. Bercouple

mungkin.. Tetapi bukan berkahwin... Kerana kita

berkahwin dengan jodoh kita, jodoh yang Allah dah

tetapkan sejak azali.. Dan tak mustahil orang yang

kita paling benci itulah jodoh kita yang kita akan

dikahwinkan dengannya.."



Tiba-tiba air mata saya mengalir. Argh! Ego saya

kalah bila mendengar hujah emak. Emak meneruskan,



"Allah itu Maha Adil.. Dia tak pernah menzalimi

hambaNya..Sesungguh nya, yang selalu menzalimi

hambaNya ialah diri hamba tu sendiri.. Sebabnya

hamba tu degil. Dia mahukan yang bukan haknya, yang

bukan milik dia.



Mencintai seseorang tidak semestinya memilikinya.



Dalam Islam, kita dah diajar untuk saling mencintai

antara satu sama lain seperti diri sendiri.. Jadi

apabila kita mencintai saudara perempuan, kita

bebas peluk dia. Tetapi bila dengan lelaki, kita

ada batas-batasnya.



Orang kafir kata batas-batas ini suatu

diskriminasi, tetapi sebenarnya batas-batas syariat

itulah yang memelihara kehormatan seorang lelaki

dan seorang perempuan. Cuba kakak renungkan, kita

mengenali seorang insan yang amat baik, sempurna

agamanya dan rajin. Lalu kita jatuh hati padanya.

Ditakdirkan jodohnya dengan insan lain, kita pula

dengan yang lain..



Tetapi itu tidak bermakna ukhwah antara kita dan

dia terputus.. Kita dan dia sama-sama mencari redha

Allah.. Kita dan dia masih boleh sama-sama

bekerjasama untuk mencari redha Allah..

Perbezaannya, dia halal untuk isterinya sedangkan

untuk kita, dia tetap lelaki ajnabi seperti yang

awalnya." emak berhenti seketika.. Bukan luar

biasa...



Tentu kering tekak emak menerangkan kepada saya

persoalan hati ini.



"Kakak.. jadi di sini mak nak kakak faham, jatuh

cinta bukan perkara luar biasa..Dan berkahwin pun

bukan suatu jaminan untuk tak jatuh cinta pada

lelaki lain.. Kerana itulah ramai isteri yang

curang, suami yang curang..



Ada orang tukar pasangan macam tukar baju. Apa yang

penting ialah kita kena perjelaskan pada diri kita

supaya setiap kali kita jatuh cinta, jatuh cinta

itu kerana kita jatuh cinta kepada Pencipta dia.

Kita bagi tau pada diri kita berulang kali yang

kita mencintai Allah, kerana itu kita mencintai si

dia. Letakkan Allah sebagai sempadan hati kita,

segala perkara yang kita cintai dan sayangi

termasuk mak abah adalah kerana mencintai Allah..

Dan apabila kita membenci seseorang atau sesuatu,

beri tahu pada diri sendiri berulangkali yang kita

benci sekian-sekian hal kerana Allah semata-mata.

."



"Kakak.. Hati kita ni walaupun dalam dada kita

sendiri, ia tetap bukan milik kita. Kita tak mampu

untuk mengawalnya. . Hanya Allah yang boleh

memegangnya. . Sebab tu kita kena dekatkan diri

dengan Allah.. Sebab kita nak dia pegang kukuh-

kukuh hati kita. Bila dia pelihara dan masuk dalam

hati kita, itulah nikmat lazatnnya bercinta. Masa

tu biarpun satu dunia menyakiti kita, kita tak rasa

sakit sebab kita asyik dengan nikmat bercinta

dengan Allah..Bercinta dengan Allah sangat berbeza

dari bercinta dengan manusia. Kerana tentulah

pegalaman bercinta dengan lelaki kaya,rupawan,

sempurna dan bijaksana tak sama rasanya bercinta

dengan lelaki miskin, hodoh,cacat dan dungu..

Betapa nikmatnya cinta Allah, hanya mereka yang

pernah merasai sahaja yang mampu mengerti. "



Redha



"Kakak.. Walau siapapun jodoh yang Allah hantarkan

untuk kakak, terimalah dengan hati yang redha.. Tak

mustahil dia adalah orang yang kita benci. Kalau

yang kakak sayang, tak jadi hal lah.. Tapi kalau

dapat yang kakak tak nak, lantaran kelemahan yang

ada pada dia, ingatlah bahawa dalam diri setiap

insan telah Allah ciptakan dengan kelebihan masing

-masing. Dan mungkin kakak ada kekuatan yang dapat

mengubah si lelaki tadi supaya hidup dia bermakna

dan mungkin kakak sahaja yang mampu mencungkil

kelebihan yang ada pada dia.. Mungkin juga si

lelaki ini ada sesuatu kelebihan yang kakak sangat-sangat perlukan yang satu dunia tak mampu bagi pada kakak..

Alangkah bertuahnya kakak kalau kakak mengerti setiap pemberian Allah dan belajar untuk bersyukur.. "

Sekali lagi berjuraian air mata saya turun. Terasa lemah lutut hendak berdiri. Emak menarik tubuh saya dan memeluk erat. Pelukan emak sangat-sangat kuat.

"Emak dah didik anak emak dari belum lahir untuk mencintai Allah.. Sekarang emak serahkan anak emak yang mak sayang sangat ni pada Allah untuk Dia pelihara.."

Emak mengakhiri kata-katanya dengan suara sebak dan
air mata yang mengalir ke bahu saya....